Selasa, 26 November 2019

Setiap orang adalah penulis


Di Zaman sekarang ini, segala sesuatu dimudahkan dengan adanya peralatan canggih, terutama smartphone yang mudah di bawa kemanapun. Dengan berbagai macam fungsi dan kegunaannya yang setiap waktu semakin diperbarui.

Era yang semakin memudahkan saat ini juga menambah tugas, yang kemudian sangat mudah di kerjakan hanya dengan duduk, memandangi smartphone. Namun banyak pula dari kita yang menggunakan nya dengan hal yang tidak penting.

Diantaranya mendownload aplikasi sosial media yang berlebihan tanpa tau pemanfaatan yang baik seperti apa, kebanyakan adalah mengurusi urusan orang lain, dengan komentar yang tidak etis untuk di baca. Hal itu adalah salah satu dampak negatif, padahal jika kita bijak dalam memanfaatkan sosial media, dampak positif yabg didapatkan sangat banyak diantaranya adalah, aktif menulis.

Kenapa penulis mengambil contoh aktif menulis ? karena selama ini kita tidak sadar, bahwa sejatinya setiap orang adalah penulis, mungkin hanya sepele _"menulis caption, buat story, buat status, dengan tulisan bla bla bla"_ namun bisa dikatakan itu adalah sebuah karya, sebuah tulisan, yang dikesampingkan oleh kebanyakan dari kita.

Coba bayangkan jika setiap kali kita membuat status, kemudian di simpan, bisa di bayangkan berapa banyak tulisan yang sudah kita buat ? Jika di bukukan mungkin bisa di jadikan sebuah karya yang bisa bernilai harganya.

Menulis adalah kebutuhan pokok bagi setiap manusia, tidak bisa dipungkiri. Dimanapun kita berada menulis adalah hal kecil yang sering kita lakukan, secara sadar maupun tidak. Semua kembali kepada diri masing-masing mau atau tidak mengembangkan kemampuan menulis yang dimiliki, karena sejatinya setiap orang adalah penulis, dan setiap orang adalah pembaca.

Dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Menulis dan membaca nampaknya sudah menjadi gaya hidup yang secara tidak sengaja kita sadar bahwa hal kecil ini bisa merubah pola pikir dan kehidupan kita.

Pernah Kecewa


Luka seperti apa yang membekas di hatimu
Hingga kau lupa bagaimana caranya untuk bangkit
Semua yang sudah berlalu, biarlah berlalu
Supaya tidak ada lagi rasa sakit
Aku tahu apa yang kau rasakan
Dan aku tahu bagaimana rasanya di tinggalkan
Memang rasa kecewa pasti ada, tapi jangan kau biarkan rasa kecewa itu menguasaimu lebih jauh lagi
Buang semua ego mu jauh-jauh
Pikirkan sesuatu yang lebih baik dari pada memikirkan nya yang belum tentu memikirkan mu
Ada hari dimana ketika kau membuka mata kau layak mendapatkan kebahagiaan, bukan sebuah kekecewaan

Sebuah penyesalan


Ketika kita memulai sesuatu
Tidak pernah terfikirkan bahwa
Segala sesuatu akan berakhir
Ketika kita sudah melangkah
Tak pernah terfikirkan bahwa
Ada resiko yang akan di hadapi di depan sana
Ketika kita sudah berjalan
Jangan pernah menoleh ke belakang
Karena di depan sana ada masa depan
Dan di belakang sana ada penyesalan
Teruslah melangkah meskipun terasa melelahkan

Senin, 18 November 2019

Hancur Menjadi Kepingan


Bagaimana aku bisa kabur
jika hatiku masih kau tawan
Bagaimana aku bisa bebas
jika tanganku masih kau genggam
Bagaimana aku bisa menghirup udara segar
jika dirimu jadi penghalangku tuk melihat sekitar
Aku mati dalam dekapan perasaan
Di tanganmu hatiku remuk berantakan
Tak berbentuk, sebab hancur menjadi kepingan
Aku pernah hanyut dalam pelukmu
Aku terlalu nyaman berada di sana
Hingga pelukan itu tak lagi bisa ku rasakan
Aku lupa akan diriku, aku terlalu nyaman, terlalu meresapi, dan akhirnya aku jatuh se jatuh-jatuhnya ketika kau pergi

Minggu, 17 November 2019

Kisah Masa Lalu


Di hari itu
Saat ku susuri jalanan kota ini
Riuh kendaraan menyapa di setiap sela-sela kota
Tanpa sengaja ku lihat jam di tangan kiriku
Waktu terasa singkat jika ku habiskan bersamamu
Entah apa yang membuatnya seperti itu
Tapi waktu berjalan terus tanpa menghiraukan diriku
Seakan ingin memisahkanku darimu
Tak rela jika pertemuan ini terasa amat singkat
Ku coba tuk menikmati sisa sisa waktu yang ada
Memang terasa sangat berat
Namun waktu berjalan begitu cepat
Meskipun sebentar, tapi aku menikmati nya
Sebuah kemesraan yang mungkin tak akan terulang kembali
Sebuah kebersamaan yang mungkin hanya menjadi sebuah kisah
Kisah yang pernah kita alami bersama
Dan tak akan terulang kembali
Hingg kini, kisah itu tersimpan rapi sebagai sebuah kenangan indah
Yang ku simpan dalam hati dan ku ceritakan dalam bait-bait tulisan

Menerjemahkan Rasa


Hadirku, bukan untuk membuat luka
Namun, untuk mengobati luka
Hadirku, bukan sebuah kesengajaan
Namun, karena hati yang mengatakan
Aku tidak pandai dalam hal perasaan
Apalagi percintaan
Aku tidak pandai dalam hal asmara
Apalagi.. Ya kau pasti tahu lah?
Aku bodoh pada semua hal tentang rasa
Karena rasa, bagiku susah untuk di terjemahkan, susah untuk di mengerti dan susah untuk di pahami
Perlu belajar terlebih dahulu untuk menerjemahkan rasa
Jangan terlalu kalut akan rasa
Rasa yang berlebih akan membuatmu kecewa jika tiba-tiba dia pergi meninggalkan, tanpa berpamitan
Datang tak di undang, pergi tak berpamitan