Setiap orang adalah penulis
Era yang semakin memudahkan saat ini juga menambah tugas, yang kemudian sangat mudah di kerjakan hanya dengan duduk, memandangi smartphone. Namun banyak pula dari kita yang menggunakan nya dengan hal yang tidak penting.
Diantaranya mendownload aplikasi sosial media yang berlebihan tanpa tau pemanfaatan yang baik seperti apa, kebanyakan adalah mengurusi urusan orang lain, dengan komentar yang tidak etis untuk di baca. Hal itu adalah salah satu dampak negatif, padahal jika kita bijak dalam memanfaatkan sosial media, dampak positif yabg didapatkan sangat banyak diantaranya adalah, aktif menulis.
Kenapa penulis mengambil contoh aktif menulis ? karena selama ini kita tidak sadar, bahwa sejatinya setiap orang adalah penulis, mungkin hanya sepele _"menulis caption, buat story, buat status, dengan tulisan bla bla bla"_ namun bisa dikatakan itu adalah sebuah karya, sebuah tulisan, yang dikesampingkan oleh kebanyakan dari kita.
Coba bayangkan jika setiap kali kita membuat status, kemudian di simpan, bisa di bayangkan berapa banyak tulisan yang sudah kita buat ? Jika di bukukan mungkin bisa di jadikan sebuah karya yang bisa bernilai harganya.
Menulis adalah kebutuhan pokok bagi setiap manusia, tidak bisa dipungkiri. Dimanapun kita berada menulis adalah hal kecil yang sering kita lakukan, secara sadar maupun tidak. Semua kembali kepada diri masing-masing mau atau tidak mengembangkan kemampuan menulis yang dimiliki, karena sejatinya setiap orang adalah penulis, dan setiap orang adalah pembaca.
Dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Menulis dan membaca nampaknya sudah menjadi gaya hidup yang secara tidak sengaja kita sadar bahwa hal kecil ini bisa merubah pola pikir dan kehidupan kita.







