Minggu, 29 September 2019

Kenangan Indah


Sebuah ingatan masa lalu
Bagaimana aku bisa menghapus nya
Jika ingatan itu terus menghantui pikiranku
Andai aku bisa, meskipun bisa
Akan sangat sulit, karena itu kenangan indah
yang susah tuk di lupakan
Inginku itu bukan sebuah kenangan
namun waktu terus berjalan
dan takdir Tuhan memisahkan
jadilah sebuah kenangan
Yang kini membekas
di relung hati yang paling dalam
Ah lelah diri ini jika terus teringat saat itu
bersamamu ku nikmati hari-hariku
dan sekarang
tanpamu kunikmati hari-hariku

Selasa, 24 September 2019

Terang-terangan


Kalau boleh jujur, sebenarnya aku ada rasa padamu, Namun aku sadar, aku bukan siapa-siapa, tak pantas untuk mendapatkan mu, Mungkin kau selalu bertanya-tanya kenapa selalu ku palingkan pandanganku darimu, di depan mu aku malu-malu memandang mu, tapi di depan Tuhan terang-terangan ku memintamu, kini aku hanya bisa memandang mu dari kejauhan, berharap apa yang ku inginkan menjadi kenyataan

Senin, 23 September 2019

Cerita Semalam

Sejak saat itu
Aku merasa canggung
Sedikit aneh namun sudah terjadi!
Entah apa yang terjadi saat itu
Hingga akhirnya seperti ini
Inginku nanti
Ketika mentari pagi menampakkan sinarnya
Yang ingin ku katakan padamu
hanyalah sebuah ucapan selamat pagi
Tentang cerita semalam
sebenarnya tidak ada apa-apa
aku baik-baik saja
Tidak ada yang perlu di permasalahan kan
tidak ada yang perlu untuk di jelaskan
Biarlah itu hanya menjadi sebuah cerita, variasi kehidupan, sebagai pembelajaran untuk saling memahami satu sama lain

Jumat, 20 September 2019

Rindu ini



Seharian penuh
apakah sudah rindu?
Jika belum, maka tetaplah menghilang seperti ini
Namun jika sudah rindu
Kau tau kan apa yang harus kau lakukan?
Lekaslah memberi kabar
Agar ku tau bahwa kau juga sedang rindu
Rindu terlalu berat jika di tanggung sendiri
Alangkah lebih baik sampaikan rindu ini
Meski hanya lewat pesan singkat
Selamat malam

Selasa, 17 September 2019

Tulang rusuk


Aku bukannya ingin mendapatkanmu, bukan pula ingin memilikimu, aku hanya ingin mengajak mu kembali, kembali pada tubuh ini, bukankah kau diciptakan dari tulang rusukku? Tau kan, kau pasti tau itu
Kemana kau harus pulang, pintu selalu terbuka lebar, ku tunggu kau di depan pintu itu, karena hidup tanpa tulang rusuk rasanya hambar, seperti nasi tanpa lauk, dan aku tanpamu turuku ora nyenyak wkwk.. 

Sabtu, 14 September 2019

Hilang tak kembali


Dan kau menghilang lagi dari layar hp ku
Kemana perginya dirimu
Tiba-tiba hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun
Bagaimana bisa aku mengikutimu
Jika jejakmu saja tak ada
Lantas bagaimana ku mencari
Ku ingin langkahkan kaki
Namun tak tau arah dan tujuan
Kemana akan pergi
Apakah harus ku ikuti semilir angin?
Agar ku bisa menemukanmu
Mustahil, angin tak tau kemana kau pergi
Sejenak ku terdiam, diantara pohon besar di pinggir jalan
Ku sandarkan tubuh yang lelah ini
Mungkin aku harus menunggu
Di sini, ditempat ini, hingga nanti kau kembali

Jumat, 13 September 2019

Hidup Untuk Mati

Jangan sampai hanya memikirkan dunia hingga akhirat kau lupakan, jangan hanya Sibuk mencari kenikmatan hidup, sampai lupa mencari kenikmatan mati
Sejatinya hidup ini untuk mati, siapapun pantas mati, jika sudah waktunya
Tidak peduli kaya, miskin, cantik, jelek, tua, muda semua pasti mati

Kamis, 12 September 2019

Rindu


Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya rindu, bagaimana tidak
Itu sudah menjadi kodrat manusia secara turun temurun, bahkan ketika pertama kali nabi adam di turunkan ke bumi, cobaan pertama yang di terimanya adalah rindu, rindu akan siti hawa yang terpisah jauh dengannya, jadi wajar jika anak cucu nabi adam sering merasakan yang namanya rindu

Khayalan


Hari ini kau menghilang entah kemana
Ku tunggu kabar darimu, namun tak kunjung ada kabar
Dari pagi ku nanti, hingga malam pun mulai datang
Tak ada pesan masuk darimu
Haruskah aku menunggu mu hingga fajar mulai menyapa lagi?
Itu terlalu lama bagiku
Ku harap kau segera hadir
Seperti biasa, hiasi hari-hari ku
Jangan buatku khawatir
Akan keadaanmu
Aku tak sanggup jika harus menunggu
Lelah hati ini jika terus menerus seperti ini
Ini hanya soal sebuah kejelasan
Kesalapahaman itu pasti ada
Bolehkah aku menantimu?

Selasa, 10 September 2019

Antara aku, kau dan kopi susu


Aku gelisah dengan segelas kopi
yang tak kunjung habis ini
bukan tanpa sebab
tidak semua orang
bisa menikmati kopi se enak ini
Bersyukurlah kalian para penikmat kopi
Yang masih di beri kesempatan untuk bercumbu dengannya
Tanpa rencana aku bertemu dengannya
seakan Tuhan menuntun langkah kaki ini
Bukan hanya sekedar bertemu saja namun melepaskan rasa rindu
Rindu sruputan nikmat kopi
Ku seduh perlahan
Ku nikmati hangatnya
Aroma nya terasa
Hmm...

Senin, 09 September 2019

Salah pandang


Sekelebat mata terlihat pandangan
Tatapan mata yang jauh dari angan
Ku kira itu hanya sebuah khayalan
Ternyata itu kenyataan
Sosok wajahmu mampu mengalihkan
Dari kejauhan ku tatap dengan penuh penghayatan
Dari banyaknya tatap mata yang memandang
Kenapa mata ini hanya tertuju padamu seorang
Tiba-tiba sebuah keraguan datang
Ku coba tuk alihkan pandang
Mungkin bukan, aku hanya salah orang
Gumamku dalam hati yang sedang tak karuan

Minggu, 08 September 2019

Kopi Hitam


Dari kopi aku belajar pahitnya hidup ini
dari kopi aku belajar yang hitam tidak selalu buruk
Dari kopi aku belajar arti hidup
Dari kopi aku belajar menikmati hari-hari
Dari kopi aku belajar apa arti teman sejati
Dari kopi aku belajar banyak hal
Di dalamnya Tersembunyi ribuan inspirasi, jika kita mau duduk bersandar, sambil Membuka buku, kopi akan menghidup kan jiwa yang mati, mati akan kesadaran Lingkungan sekitar

Senja yang hilang


Senja kali ini
tergores indah di atas sana
goresannya bak tinta yang penuh warna
ibarat kanvas yang penuh coretan
Terbentang langit dengan warna yang indah
Didominasi warna jingga, kuning ke abu-abuan, dan hitam mulai menguasai
mengusir warna yang lain sedikit demi sedikit
Semua menjadi gelap, tanpa cahaya, tanpa warna, dan semua hilang sirna

Sabtu, 07 September 2019

Jika Bukan Karenamu


Hidupku terasa berwarna, kau hadir didalamnya untuk memberikan tiupan pengetahuan
Terbayang, jika bukan karenamu, lantas apa jadinya aku
Tak tau arah dan tujuan dalam melangkah
Tak tau bagaimana nikmatnya pergerakan
Kesana kemari tanpa tau jalan untuk pulang
Tapi aku bersyukur bertemu denganmu, kau berbeda dari yang lainnya, itu yang membuatku jatuh hati padamu, untuk yang pertama, dan semoga yang terakhir, biru kuning
Ku dekap erat di dalam pelukku, tak akan ku lepaskan, sampai kapanpun
karenamu banyak goresan kisah indah yang terukir dalam perjalanan hidupku
Kau adalah Tempatku mengolah kata sebagai penyambung lidah masyarakat, kau adalah tempatku mengolah langkah dalam setiap  perjalananku, kau adalah tempatku mengolah pikir dalam segala tindakan ku, untuk mu biru kuningku, dari aku yang jatuh hati padamu

Bintang di bulan september

kembali seperti dulu, Menikmati malam yang sunyi, ditemani bintang-bintang dilangit dan bulan yang bersinar terang, ku pandang mesra bulan itu ku tangkap sinarnya dan kusimpan dalam gelapnya malam yang dingin ini.
Sejenak ku terdiam dalam lamunanku yang tak tentu, mataku tertuju pada sebuah bintang diatas sana, gemerlap sinarnya membuatku terpana seakan mata tak mau memalingkan pandangan darinya.
Malam ini sedikit berbeda dari malam-malam sebelum nya, entah kenapa, tapi memang itu adanya, gemerlap sinarnya indah dan mempesona, kupandangi bintang-bintang itu dengan tatapan tajam dan ku berfikir, seberapa jauh jarakku dengannya? Bisahkah ku memandang nya setiap hari? Bisa, namun bintang tak selalu menampakkan wajahnya, waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kita sudah hampir berada di penghujung waktu, entah Tuhan punya rencana apa mempertemukan kita, yang akhirnya pasti akan terpisah, karena di setiap pertemuan pasti ada perpisahan

Ku rindu kan

Tuhan, bisikkan sesuatu di telinganya
katakan padanya
Aku rindu Pada senyum manisnya tawa riangnya, candanya.
Semua tentang nya, ku rindukan
Ku titipkan salam lewat angin malam
Namun tak ada jawaban.
Ku titipkan salam lewat mimpi
Juga tak ada balasan.
Hingga akhirnya kutitipkan salam lewat doa.
Dengan penuh harap
Semoga tersampaikan.

Jumat, 06 September 2019

Sesuatu di depan sana

Ahh.. Diri ini hanya manusia, cuma bisa mengandai-andai, tidak tau jalan cerita yang Tuhan tuliskan. Tak jarang rasa penasaran ini memberontak, sekali-kali terfikirkan dalam benakku, andai diperbolehkan untuk mengintip masa depan, mungkin aku tau apa yang harus ku lakukan sekarang, ya itu cuma sekedar rasa resah yang ku alami, hingga batin ini mengajak berbicara. Tapi percaya lah, jalan cerita Tuhan pasti indah, ikhlas dalam setiap melangkah, tanpa khawatir sedikitpun apa yang akan terjadi di depan sana.

Masih tersembunyi

Aku hanya orang biasa yang tidak sengaja menemukan mutiara disebuah pantai, aku merasa tidak pantas memiliki nya, terlebih jika mutiara itu adalah dirimu, sempat ingin ku buang jauh-jauh,  namun ku urungkan niat, ku taruh kembali, lalu ku tinggalkan pergi.
Tersadar aku bukanlah siapa-siapa
Diri ini hanya manusia penuh dosa
Untuk itu perlu kiranya diri ini untuk mementaskan diri, sebelum di pertemukan denganmu
Sosok yang masih di rahasiakan oleh Nya

Si pipit

Hai kamu, taukah kamu
Malam ini hatiku
Sepi, gundah gulana
Melanda hari-hariku
Akhir-akhir ini
Entah karena apa
Yang pasti, bukan karenamu
Karena jika ada kamu
Tawa ini tak akan hilang
Dari raut wajahku
Kebahagiaan selalu ada
Dan menghiasi
Itu karena kegilaanmu
Pertama mengenalmu
Satu yang ku pikirkan
Dalam benakku
Kok ada? Makhluk se unik kamu
Dengan hidung nya
Yang mancung ke dalam
Pipi yang melebar
Dan tubuh yang aduhai
Ginuk-ginuk
Iya, itu kamu
Gadis unik
Yang tak punya
Rasa lelah
Dengan motor scoopy nya
Kapanpun
Siap untuk menyeberangi
Sungai brantas, tanpa kenal waktu
Menyusuri jalanan

Kamis, 05 September 2019

Roda kehidupan

Tiada yang tahu nasib seseorang kelak, baik ataupun buruk semua masih rahasia, kita hanya menjalankan peran yang diberikan sang pencipta, setiap orang sudah memiliki perannya masing-masing, nikmati sisa-sisa waktu yang ada, karena waktu tidak bisa diulang kembali, kita hidup pada 3 waktu, pertama masalalu, kedua masa sekarang, dan ketiga masa depan, gunakan masa lalu untuk pembelajaran, pengalaman, sebagai bekal kita melanjutkan perjalanan agar tidak terjebak dijalan yang salah, sekarang atau masa kini, manfaatkan sebaik-baiknya masa kini tentunya sebagai bekal tambahan untuk masa depan, gunakan semaksimal mungkin, masa depan tiada yang tahu seperti apa nantinya, karena di setiap perjalanan pasti ada hambatan, tidak mungkin tidak semua itu pasti, yang kita lakukan sekarang adalah, merencanakan dengan matang langkah untuk menuju masa depan.
Roda kehidupan akan terus berputar, berjalan dengan semestinya sampai akhirnya berhenti di penghujung jalan, jika sudah waktunya

Rabu, 04 September 2019

Terus melangkah

Dia sudah menemukan kebahagiaan
Aku masih mencari
Kemana aku pergi
Aku tak tau jalan
Seakan mata ini buta
Tertutup
Tapi hati ini berkata
Nanti, jika sudah waktunya
Kau akan menemukan
Kebahagiaan mu sendiri
Mungkin bukan sekarang
Tapi secepatnya kebahagiaan itu akan datang
Aku hanya sedang menunggu titik terang Cahaya di ujung sana
Yang selalu di nanti
Oleh semua orang
Ya, karena cahaya itu pelita bagi semua
Setiap hari, kususuri lautan
Yang gelap
Ku coba tuk temukan
Arti hidup ini
Namun apa?
Hingga sampai saat ini
Belum ku temukan apa yang ku cari