Sabtu, 18 Mei 2019

JARAK

Jarak membuatku penasaran
Akan sebuah kepercayaan
Mungkin saat ini
Jarak sedang memisahkan
Dan suatu saat
Jarak tidak akan berani memisahkan
Sebenarnya jarak tidak berniat memisahkan, dia hanya menguji kesatiaan
sejauh mana kau bersabar dalam menunggu
Perihal jarak, sudah menjadi makanan banyak orang, karena jarak kita belajar
Yang dekat pasti pernah jauh dan yang jauh belum tentu bisa dekat
Namun semua itu atas kehendak Nya
Jika sudah saatnya bertemu
Pasti akan bertemu
Karena jarak punya cara terindah
Untuk mempertemukan dan menyatukan
Percayalah...

Selasa, 14 Mei 2019

Acuh

Matamu tertuju pada apa yang ada di depanmu tanpa menghiraukan sekitar
Tetap fokus dengan gadget canggi yang katanya mendekatkan yang jauh dan nyatanya malah menjauhkan yang dekat, hidup di zaman yang benar-benar berat bagi generasi millenial, hmm.. Terkadang ku merasa resah dengan apa yang ada di sekitar kita (saat ini) tapi mau bagaimana lagi setiap orang punya dunianya masing-masing, jangan sampai terjebak oleh zaman yang kian hari semakin gila
Dunia seakan mengajak bercanda, sudah lah terserah.. Itu duniamu, dan aku punya dunia lain dengan secarik kertas dan pena yang terus menari-nari, lebih nikmat jika di temani kopi pahit di depanku tentunya asap tembakau yang rasanya.. Tak bisa ku ungkap dengan kata

Senin, 13 Mei 2019

Sosok ayah

Ayah. . .
Kau adalah sosok lelaki yang ku kagumi
Apapun akan kau lakukan demi anakmu ini
Yang tak tau bagaimana caranya berterimakasih

Ayah.  .  .
Hadirmu selalu ku nanti
Selalu buatku tersenyum ketika ku sedih
Dan selalu mendukung apapun yang ku lakukan

Ayah. . .
Kau tak ada di sini, tapi ku merasa kau tetap ada di sini
Meskipun raga jauh di sana, terpisah  jarak dan waktu yang ada

Ayah. . .
Kau adalah inspirasi, dan tanpamu aku merasa hilang arah dan tak tau jalan
Bimbinglah aku terus, sampai tua nanti
Setidaknya sampai aku tau jalanku

Ayah. . .
Aku hanya ingin kau berada di sini
Tersenyum seperti dulu, tanpa ada sekat yang memisahkan
Suatu saat nanti ku ingin bahagia kan mu
Ayah. . .