Tak akan terlupakan
Saat pertama menapakkan kaki di desa jatiduwur.
Senyum hangat ibu-ibu desa dan warga menyambut kami.
Baru beberapa saat, karakter kalian terlihat.
Gelak tawa, siang dan malam terjadi.
Bahkan buang anginpun, tak malu di perlihatkan.
Ingatkah Saat makan bersama. Setiap porsi dibatasi.
Dengan beberapa potongan tempe dan tahu.
Serta genangan air sayur membasahi nasi.
Datang tanpa saling mengenal dan menyayangi.
Namun ketika saat saat saling mengenal.
Kita harus berpisah.
Dengan meninggalkan berjuta kenangan, rindu, dan cinta .
Dicamp itu.
Kita berkemas untuk kembali.
Ingatkah ketika anak-anak memberi kita hadiah.
Tahukah artinya, mereka berharap tak dilupakan olehmu.
Dan tangisan tulus akan kehilangan tanpa skenario membasahi pipi mereka.
Sembari memeluk erat tubuhmu, dan kalian membelai rambutnya.
Kawanku, senyum hangat dari warga tak lagi kita jumpai.
Tak akan ada lagi salam sapa dari tetangga. Suara anak-anaknya tak lagi terdengar memanggil namamu.
Selamat Tinggal Adik adik ku.
Selamat tinggal saudara-saudaraku.
Selamat tinggal bapak dan ibuku.
Selamat tinggal semuanya.
Pertemuan ini menyisahkan rindu yang menyayat hati.
Simpan kenangan ini dalam memori kecilmu.
Agar kita bisa belajar bersama arti saling merindu dari orang yang tak sehubungan dengan kita.
Sekali lagi, perpisahan memang sebuah kata yang menyakitkan.
Tapi sebuah awal untuk pertemuan lainnya...



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda